Agama Pemersatu Bukan Pemecah Belah

Oleh : Ana Mardiana – Fakultas Syariah dan Hukum – Prodi Muamalat (Hukum Ekonomi syariah) – Semester 3

Agama adalah sesuatu yang sakral yang tidak bisa dijadikan alat propaganda dalam menciptakan permusuhan ataupun dijadikan sebagai permainan. Masih banyak diantara kita yang masih belum mengerti apa hakikat dari pada agama, sehingga pelbagai tindakan yang pada dasarnya tidak mencerminkan misi dari pada agama tersebut kerap kali mereka lakukan dengan dalih agama. Bukan suatu hal yang baru jika dewasa ini ramai diperbincangkan tentang teroris yang identik kaitanya dengan membela agama yang dianutnya, padahal tindakan semacam ini merupakan tindakan yang keliru, berapa banyak orang yang mati tanpa dosa dan kesalahan karena ulah dan aksi nekad mereka? karena jihad yang mereka persepsikan itu hanya sebatas serang dan perang saja.

Alasan yang tidak logis yang mereka paparkan adalah karena perbedaan agama antara dirinya dengan yang lain, sehingga yang lain tersebut harus mereka perangi dengan alasan menegakan agama serta amar ma’ruf nahi munkar, padahal dalam Al-Quran Allah swt telah menegaskan bahwasanya tidak ada paksaan dalam beragama, termasuk juga memilih agama yang mereka yakini masing-masing. Lalu mengapa kita sebagai hambanya justru tidak paham dengan apa yang dimaksud oleh ayat tersebut, bukankah Allah telah menurunkan agama Islam ini melalui risalah Nabi Muhammad SAW sebagai rahmat bagi semesta alam. Al-anbiya [21] ayat 107

Islam adalah agama yang penuh dengan cinta kasih, ramah bukan marah, damai bukan pertikaian. Oleh karenanya misi dari pada agama itu adalah menciptakan kedamaian dan kerukunan diantara perbedaan yang ada, bukan justru sebaliknya saling mencaci dan mencela satu sama lain dengan mengganggap agama lain adalah salah dan agamanya lah yang paling benar. Hal semacam inilah yang memicuh munculnya ketidakharmonisan dan konflik antar agama. Sebagaimana firman Allah SWT “Dan janganlah kamu memaki sesembahan-sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah kami jadikan setiap umat menganggap baik setiap pekerjaan mereka. Kemudian kepada Rabb mereka kembalinya mereka, lalu dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan” Qs. Al-an’am: 108

Jika hal yang demikian tetap terjadi maka hancurlah negeri pertiwi ini, seharusnya kita sebagai umat yang beragama mampu mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam agama itu sendiri. Diantaranya adalah nilai toleransi, perdamaian, dan cinta kasih di tengah kemajemukan yang ada. Dengan konsep inilah maka akan terciptanya persatuan dan kerukunan yang akan menghasilkan sebuah kekuatan yang besar, dan dari kekuatan yang besar inilah maka akan terciptanya sebuah perdamaian.

Leave a Reply

Your email address will not be published.