Semarak Masa Orientasi Mahasantri (MOSA) Mabna Syarifah Fatimah: Dream with Us, Embrace Ourself

“Hati itu ibarat gelas. Semakin dipenuhi dengan kecintaan kepada Allah, maka semakin sedikit ruang yang tersisa untuk kecintaan terhadap dunia”. Seperti itulah kiranya kata-kata yang cocok disematkan pada diri mahasantri Mabna Syarifah Fatimah (MSF). Bagaimana tidak, terhitung sejak tanggal 27 Agustus-03 September 2022 Mabna Syarifah Fatimah menyelenggarakan agenda MOSA (Masa Orientasi Mahasantri Baru) yang bertajuk “Create a Good Quality, Good Manner, and Global Student”. Agenda ini berjalan dengan penuh keceriaan dan kekhidmatan meski telah 2 tahun padam. Mabna Syarifah Fatimah berdiri sejak tahun 2019, menariknya tahun 2022 ini merupakan kali kedua MSF melaksanakan MOSA secara offline setelah 2 tahun pandemi Covid-19 melanda bumi Indonesia. Kegiatan MOSA ditujukan untuk memperkenalkan mahasantri kepada kawan sebayanya, pengelola dan Kepala Pusat UPT Ma’had Al-Jami’ah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, pengasuh Mabna Syarifah Fatimah, kakak murobbiyah dan mudabbiroh, lingkungan MSF, serta keluarga besar MSF. Tidak hanya itu, kegiatan MOSA juga mampu menjadi gerbang awal para mahasantri untuk membangun kenyamanan dan rasa cinta pada mabna yang mereka tempati.

Rangkaian acara MOSA yang sukses dijalankan selama 8 hari terdiri dari beberapa kegiatan menarik, di antaranya: Pembukaan MOSA, mudabbiroh show, usbu’ul Qur’an, mau’idzoh hasanah, outbound, dan mahasantri show. Acara ini melibatkan sebanyak 103 mahasantri lama dan baru dari latar belakang daerah dan jurusan yang beragam. MOSA dikemas sedemikian rupa agar menimbulkan kesan yang bisa selalu terkenang. Lokasi acara MOSA tersebar di beberapa tempat, tetapi masih di dalam lingkungan Mabna Syarifah Fatimah. Acara MOSA dibuka langsung oleh Murobbiyah Mabna Syarifah Fatimah, Kak Aniq Nahdia Lu’lu Annawawie, S.Sos. dengan menyampaikan materi seputar kema’hadan.

Setiap ma’had tentu memiliki prinsip yang harus diinternalisasi oleh para mahasantrinya, tidak terkecuali Mabna Syarifah Fatimah yang menjadi bagian dari Ma’had Al-Jami’ah UIN Jakarta. Mabna kita memiliki  6 landasan hidup yang dapat menjadi pedoman adik-adik dalam menjalani kehidupan sehari-hari, yaitu: 1) Berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah; 2)Menguasai bahasa asing; 3) Mengamalkan akhlakul karimah; 4) Berwawasan luas; 5) Jihad fii sabilillaah; dan 6) Mampu melawan hawa nafsu. Kakak berharap, pedoman ini bisa selalu menjadi alarm adik-adik ketika berada di dalam maupun di luar mabna”. Pungkas Murobbiyah MSF.

Berlanjut dari acara Pembukaan MOSA, tibalah masanya rangkaian acara kedua yakni Mudabbiroh Show. Mudabbiroh show adalah ajang bagi para mudabbiroh (pengurus) MSF untuk mengaktualisasikan atau menampilkan minat dan bakat yang dimiliki. Mudabbiroh show yang mulanya diadakan di luar lobby mabna terpaksa harus dipindahkan ke dalam mabna secara mendadak karena dilanda hujan yang sangat lebat. Namun ujian tersebut sama sekali tidak membuat pengurus mabna dan para mahasantri hilang asa. Segala support datang tiada henti, terutama dari Bunda Nailil Huda Nuriz, Lc, M.Ed. selaku pengasuh MSF.

My Dear, semua panitia MOSA. Tetap semangat yaa. Hujan hanyalah air, ia tetap makhluk Allah yang baik. Damailah dengan skenario dari-Nya. Bunda yakin, hujan malam yang menghantam di awal pengabdian kalian akan menjadikan kalian lebih tangguh dan lebih berani meghadapi ujian-ujian di masa mendatang. Pemberani tak akan mundur hanya karena badai menggempur”. Ujar Bunda.

Lebih lanjut, Pak KH. Dr. Akhmad Sodiq, M.Ag., memberikan untaian nasihat kepada para mahasantri baru sebagai nutrisi rohani. “Orang yang paling sempurna ilmunya adalah orang yang paling bagus akhlaknya. Mari berlelah-lelah di dunia dan tuai hasil yang indah di surga”. Maasyaa Allah, tabaarakallaah.

Sungguh, delapan hari yang amat berarti. Tahajud bersama, tadarus bersama, dzikir tiap pagi, belajar tahsin bersama kak Siti Maisaroh, penampilan mahasantri, dan outbound yang sangat memukau hati, seluruhnya telah mahasantri lewati. Salah satu mahasantri MSF, Nayla Autar dari Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia angkatan 2022 mengungkapkan suara hatinya dalam wawancara yang dilakukan penulis kepada beliau.

“MOSA MSF 2022 keren abis! Apalagi kegiatan mahasantri shownya, berkesan sekali buat aku. Aku jadi semangat untuk mengeluarkan ide-ide kreatif dan bakat aku di mabna tercinta ini. Yang gak kalah seru yaitu outbound, penuh kejutan dan misteri di setiap pos permainannya. Semua kegiatan ini membuat aku semakin dekat dengan teman-teman mahasantri dan kakak-kakak pembimbing di MSF. Masa-masa seperti ini sungguh akan kami ingat dan kami rindukan. Jaya selalu Mabna Syarifah Fatimah!” Jelasnya.

Melihat antusiasme seluruh peserta MOSA MSF, kami segenap panitia MOSA MSF 2022 merasa sangat senang dan haru. Kami berharap acara MOSA MSF di tahun selanjutnya berjalan jauh lebih baik dan lebih berdampak terhadap sesama. Mari perbanyak relasi dengan para sahabat ukhrawi. “Janganlah engkau bersahabat kecuali dengan seseorang yang dapat membantumu untuk mengingat Allah” –Ibnu Mas’ud. “

Red: Hilya Maylaffayza, Nailil Huda

Late post. Kegiatan ini sudah berlangsung pada kurun waktu 27 Agt – 3 Sept  2022.