SEJARAH

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta merupakan lembaga Pendidikan Tinggi Agama Islam kelanjutan dari pendidikan Islam tingkat menengah ataupun pesantren. Dalam perjalanan sejarahnya, ADIA-IAIN-UIN Jakarta menjadi jendela bagi santri untuk memasuki dunia modern, sebagai katalisator mobilitas sosial dan vertikal para santri dan pemuda Islam yang kebanyakan berasal dari desa di seluruh Indonesia. Terlihat kiprah alumninya yang tidak hanya berkecimpung di Kementerian Agama, namun juga mampu memainkan peran yang signifikan di berbagai institusi baik pemerintah maupun swasta.

Keberadaan UIN Jakarta telah menjadi sumber inspirasi bagi pengembangan Pendidikan Tinggi Agama Islam, rujukan bagi pengembangan studi Islam dan barometer bagi berbagai kalangan baik nasional maupun internasional dalam menjawab masalah isu-isu keislaman. Hal ini dapat dilihat dari pengakuan publik yang selalu menjadikan UIN Jakarta bersama dengan beberapa ormas islam dalam membicarakan isu-isu keislaman, keindonesiaan dan kemoderenan.

Selain itu, UIN Jakarta bersama Perguruan Tinggi Agama Islam lainnya juga menjadi instrumen pemerintah dalam menyapa umat Islam yang secara politik dan ekonomi termarjinalkan. UIN Jakarta diharapkan mampu menjembatani, mengakomodasi dan memberikan alternatif solusi bagi terbukanya kesempatan politik dan ekonomi ummat. Dalam artian ini, UIN dan Perguruan Tinggi Agama Islam juga menjadi aset umat yang harus selalu berada dalam barisan pembela hak umat.

Transformasi IAIN menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta pada 20 Mei 2002 merupakan momen sangat penting dalam perkembangan kelembagaan pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya pendidikan tinggi Islam. Perubahan itu telah menjadi pintu masuk bagi runtuhnya dikotomi keilmuan, umum dan agama. Berbekal pada semangat integrasi keilmuan, UIN diharapkan tetap mampu menjaga peran tradisionalnya yaitu mampu mencetak ulama yang mempunyai wawasan keilmuan, kemodernan dan keindonesiaan yang handal.

Dalam upaya melakukan akselerasi terhadap integrasi keilmuan tersebut, UIN Jakarta mempersiapkan Ma’had sebagai lembaga pendidikan non-formal. Berperan sebagai unit pelayanan bagi mahasiswa dalam mendukung ke arah terwujudnya visi dan misi UIN Jakarta.

Ma’had UIN Syarif Hidayatullah Jakarta diresmikan oleh Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, pada 17 Juni 2011 di gedung  baru Ma’had di  Jalan Legoso Raya Pisangan Ciputat Tangerang Selatan, dihadiri oleh pejabat Rektorat para Pembantu Rektor, para Kepala Biro, para Dekan Fakultas, para Pembantu Dekan Fakultas  UIN  Syarif Hidayatullah Jakarta, para sesepuh IAIN-UIN pejabat pemerintah setempat dan tokoh masyarakat setempat.

Untuk  pertamakalinya  Rektor  menetapkan Prof.Dr.Rif’at Syauqi Nawawi, MA sebagai   Kyai Ma’had dan H. Utob Tobroni, Lc., MCL sebagai Wakil Kyai Ma’had tahun 2011    berdasarkan Surat Keputusan Rektor Nomor: Un.01/R/268/2011 tertanggal 28 April 2011. Kyai dan Wakil Kyai dikukuhkan pada saat peresmian Ma’had UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.  Pada tahun 2012 , terjadi  perubahan jabatan Kyai Ma’had  dengan Surat Keputusan Rektor  Nomor : Un.01/R/HK.00.5/21/2012 tertanggal 3 Januari 2012. Yang menjabat sebagai Kyai Ma’had  adalah Prof. Dr. H.D. Hidayat, MA dan yang menjabat sebagai wakil  Kyai adalah H. Utob Tobroni, Lc., MCL.

Pada tahun pertama Ma’had UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menerima 210  orang mahasantri yang terdiri dari 114 orang putera  dan 96 orang puteri. Mayoritas mahasantri ini adalah mahasiswa miskin dan berprestasi yang memperoleh beasiswa dari BUMN sebanyak 53 orang dan dari beasiswa Bidik Misi Kementerian Pendidikan Nasional sebanyak 150 orang, mahasiswa reguler 3 orang dan 4 orang mahasiswa asing. Para mahasantri  tersebut tersebar dalam berbagai fakultas yaitu: FITK sebanyak 51 orang, FSH sebanyak 31 orang, FUF sebanyak 30 orang, FDI sebanyak 24 orang, FAH sebanyak 26 orang, FIDKOM sebanyak 6 orang, FISIP sebanyak 4 orang, F.Psiko sebanyak 10 orang, FST sebanyak 12 orang, FKIK sebanyak 2 orang dan FEB sebanyak 10 orang dan 4 orang mahasiswa yang berasal dari Russia. Mahasantri putra ditempatkan pembinaannya di Ma’had Putera Jalan Legoso Raya dan mahasantri putri ditempatkan di Asrama Putri Komplek Dosen UIN.

Mahasantri Ma’had UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,  mendapatkan pembinaan secara intensif dari Kyai, Wakil Kyai, para Dosen Pembina, para Musyrif, Dewan Pembina Asrama (DPA) dalam pembinaan kepribadian, pengembangan skill Bahasa Arab, Bahasa Inggris, ilmu AlQur’an, Fiqih Ibadah, pengembangan wawasan keislaman dan pengembangan skill kepemimpinan.