“Syubbanul yaum rijaalul ghod”
Oleh : Ana Mardiana - Fakultas Syariah dan Hukum - Prodi Muamalat (Hukum Ekonomi syariah) - Semester 3
Jika berbicara mengenai pemuda maka tidak akan lepas dari persoalan semangat, kreatifitas, gagah, dan tangguh. Teringat sebuah kalam yang di sampaikan oleh Dr. Yusuf Qordowi beliau mengatakan, “pemuda jika di ibaratkan maka sama halnya seperti mentari yang bersinar terang terik di tengah siang”. Dari perkataan tersebut maka dapat kita pahami bersama mengapa seorang pemuda di ibaratkan dengan mentari yang bersinar terik di tengah siang, karena pemuda identik dengan semangatnya yang membara bak seperti api yang sedang berkobar, yang mampu memberikan cahaya di tengah kegelapan, lantas sosok pemuda seperti apakah yang di dambakan umat sebagai calon pemimpin bangsa yang memiliki karakteristik jiwa kepemimpinan yang baik? tentunya seorang pemuda yang memiliki semangat yang tinggi untuk membangun Negeri, dan memiliki moralitas serta spiritual yang kuat.
Inilah gambaran seorang pemimpin yang di harapkan mampu mensejahterakan bukan menyengsarakan, mampu mengambil keputusan dan kebijakan sesuai dengan kebutuhan zaman dan masyarakat inginkan. Pemuda adalah generasi calon pemimpin masa depan oleh karenanya tugas kita saat ini adalah menciptakan generasi muda yang berkualitas yang pandai menguasai teknologi, berbudi pekerti luhur, berakhlakul karimah serta memiliki khazanah keilmuan yang tinggi sebagaimana sebuah syair mengatakan “subbanul yaum rijaalul ghod” pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan. Oleh sebab itu merupakan sebuah kewajiban bagi kita untuk menciptakan generasi-generasi yang mandiri yang selalu memberikan nilai lebih untuk ibu pertiwi, peranan pemuda sangatlah penting untuk masa depan suatu bangsa, bobroknya pemuda maka akan mengakibatkan bobroknya pula suatu Negara, karena pemuda pemegang kendali utama untuk menentukan maju runtuhnya suatu Negara.
Kembali lagi kepada persoalan pemuda yang menjadi cermin harapan bangsa, pemuda itu, jika di lihat semangatnya maka akan tampak api yang berkobar, jika di lihat senyumnya akan tampak seperti bunga yang sedang mekar, dan jika di lihat tatapan matanya tak terasa hatipun jadi berdebar. Betapa besar dampak yang bisa di tularkan oleh seorang pemuda untuk lingkunganya, semua itu tergantung kepada pemuda itu sendiri, mau menularkan virus yang seperti apa terhadap lingkunganya, virus yang positifkah yang menjadi vaksin atau jusrtu virus-virus yang negarif yang terus menggrogoti dan mencekik.
Untuk menjadi pemimpin yang berkarakter maka kita sebagai generasi muda haruslah banyak bercermin dan belajar dari orang-orang yang besar yang bisa di jadikan teladan sukses menjadi pemimpin dan founding father Negeri ini. Salah satu tokohnya adalah Bung Karno yang masyhur dengan orasinya “Berikan aku 100 orang tua maka akan aku cabut semeru dari akarnya, berikan aku 10 orang pemuda maka akan aku guncangkan dunia”. Orasi tersebut mengindikasikan bahwa pemuda memang menjadi tonggak harapan bangsa, intinya adalah untuk membangun sebuah bangsa yang kokoh maka harus ada sebagian dari pemuda yang peduli dengan lingkunganya, yang peduli dengan masa depan bangsanya, yang mau berkhidmat dan mengabdi untuk tanah kelahiranya.
Namun kenyataan yang kita saksikan saat ini adalah banyak pemuda yang tidak peduli dengan kondisi lingkungan, banyak para pemuda yang mengabaikan norma serta aturan, tak jarang penyimpangan di bidang agama pun kerap mereka lakukan. Mereka kehilangan jati diri dan identitasnya sebagai pemuda yang semestinya menjadi motor penggerak dalam tatanan kehidupan suatu Negara, pemuda seperti ini bukanlah sosok pemuda yang di harapkan oleh bangsa, pemuda semacam ini hanya bisa merusak dan menjatuhkan martabat moral bangsa saja. Bukan prestasi yang mereka raih melainkan malu yang mereka beri untuk Negeri, masa depan bangsa berada di tangan para pemuda yang memiliki rasa kecintaan yang besar untuk umat, yang bertekad menjadikan Negara ini sebagai baldatun toyyibatun warobbun ghofur.
Pemimpin yang baik ialah pemimpin yang menjadikan agama sebagai pondasi hidupnya, menjadikan keadilan dan kesejahteraan rakyat sebagai tujuannya, selalu memprioritaskan kemaslahatan umat lebih di atas segala-galanya dengan mengesampingkan kepentingan pribadinya. Karakter pemimpin seperti inilah yang selalu dinanti-nanti oleh setiap orang yang akan dipimpinnya. Hadirnya memberikan kedamaian, sikap dan tuturnya menjadi suri tauladan, keberadaannya menjadi bermakna, tindak tanduknya menjadi ibrah dan hikmah. Sungguh alangkah indahnya jika sekiranya setiap pemuda memiliki visi dan misi yang sama, yaitu sama-sama bersatu dalam tujuan dan cita-cita mulia untuk membangun bangsanya. Segala aktifitas yang dilakukan oleh pemuda sebagai calon pemimpin bangsa hendaklah didasari dengan iman yang benar, karena jika iman sudah tertanam di dalam hati, maka seorang pemuda tidak akan mudah tergoda dan tergiur dengan tawaran jabatan yang mengabaikan aturan, dengan iman yang benar seorang pemuda akan bekerja keras untuk keadilan dan kemakmuran, dengan iman yang benar seorang pemuda akan menyampaikan amanah sesuai dengan sasaran.
Dengan demikian cita-cita yang diharapkan bangsa untuk menjadikan Negara yang baik dan diberkahi Allah SWT dapat tercapai dengan hadirnya sosok pemimpin yang berkualitas dan tangguh yang siap mengayomi rakyat di tengah arus globalisasi. Hal yang patut kita sadari saat ini, bahwasanya setiap kita adalah pemimpin, pemimpin untuk diri sendiri, pemimpin keluarga, pemimpin bangsa dan agama, sebagaimana hadits Rasul “kullukum ro’in wa kullukummas’ulun an ro’iyyatihi” yang artinya adalah setiap diri kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin kelak akan dimintai pertanggungjawaban. Tegas dalam hadits tersebut bahwasanya setiap diri masing-masing memiliki amanat yang harus diemban dan dipertanggungjawabkan.
Sekiranya dalam kepemimpinan kita senantiasa mengamalkan kebajikan dengan menegakan amal ma’ruf nahi munkar maka niscaya pahala dan keridhoan Allah yang akan kita peroleh, dan sebaliknya jika kedzaliman dan kemurkaan yang kita lakukan maka sudah barang pasti azab dan laknat dari Allah yang akan kita dapatkan. Seperti halnya menanam, apa yang kita tanam hari ini, maka itulah yang akan kita tuai di masa depan. Cepat atau lambat janji dan ancaman Tuhan akan di berlakukan, entah balasan di dunia maupun di barkah. Yang menjadi catatan kita bersama adalah setiap amal perbuatan akan menjadi tabungan amal dimasa yang akan datang, masa di mana tak ada lagi kesempatan untuk kita mengubah dan memperbaikinya, masa di mana saat sesal tak lagi berarti untuk disadari, masa di mana jasad dan ruh sudah dipisahkan dengan segala urusan yang bersifat duniawi.
Maka dari itu jadilah pemimpin yang adil terhadap diri sendiri dan umat yang menjadi pimpinanmu, kelak engkau akan merasakan manisnya setelah perjuangan yang telah engkau persembahkan untuk umat yang menjadi tanggung jawab sebagai seorang pemimpin. Gunakanlah masa muda dengan gemar dan giat dalam beribadah dan menuntut ilmu yang berguna, karena dari sinilah akan muncul sosok-sosok calon pemimpin yang hebat, yang berkarakter serta memiliki integritas yang tinggi. Pemimpin yang cerdas akan mengambil tindakan dengan cepat dan tepat, tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan yang menyesatkan.
Rasulullah SAW merupakan sosok pemimpin besar kaum muslimin yang menjadi panutan serta teladan umat islam. Beliau adalah pahlawan reformasi sekaligus penegak yang haq dan pendobrak kebathilan, qaulnya menjadi syafaat, perbuatanya menjadi kiblat, ketetapanya menjadi hukum, sifatnya menjadi perangai yang ihsan. Banyak hal yang bisa kita jadikan ibrah dan perenungan dari kehidupan dan pribadi seorang Rasul yang bernama Muhammad ibn Abdillah, beliau sukses sebagai pemimpin, beliau sukses pula sebagai young enterpreneur. Bukan hal yang mudah memang menjadi sosok pemimpin yang bisa dijadikan uswatun hasanah, namun bukan berarti kita tidak berusaha terlebih dahulu untuk mencoba dan mengusahakanya, kita diberikan wahyu dan akal oleh Allah SWT untuk berfikir dan menela’ah nilai-nilai kehidupan.
Tidak ada alasan untuk tidak bisa menjadi pemimpin yang baik, karena petunjuk sudah jelas Allah paparkan dalam firman-Nya Al-qur’an, serta hadits sebagai al bayan. Mulai saat ini marilah terus perbaiki kualitas diri agar dapat menjadi pemimpin yang menjadi dambaan setiap insan.
