Pererat Silaturahmi Melalui Literasi: Mahasantri UIN Jakarta Gelar Bedah Buku "Tuhan, Maaf Aku Sedang Sibuk"
Pererat Silaturahmi Melalui Literasi: Mahasantri UIN Jakarta Gelar Bedah Buku "Tuhan, Maaf Aku Sedang Sibuk"

CIPUTAT, 10 April 2026 – Dalam rangka mempererat tali persaudaraan sekaligus menghidupkan budaya literasi di lingkungan kampus, jajaran Mudabbir dan Mudabbiroh Ma’had Al-Jamiah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan kegiatan LENTERA (Literasi dan Silaturahmi). Acara yang menggabungkan nuansa spiritualitas dan intelektualitas ini dilaksanakan pada Jumat malam, 10 April 2026, bertempat di Mabna Syeikh Nawawi.

Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Kepala UPT Ma'had Al-Jamiah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, KH. Dr. M. Nurul Irfan, M.Ag. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kesalehan ritual dan kesalehan intelektual bagi para pengurus asrama.

"Kegiatan ini merupakan manifestasi dari identitas mahasantri yang harus unggul dalam literasi namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai silaturahmi. Saya berharap melalui bedah buku ini, para Mudabbir dan Mudabbiroh dapat memetik hikmah agar tetap menjadikan Tuhan sebagai pusat dari segala kesibukan duniawi," ujar KH. Dr. M. Nurul Irfan dalam sambutannya.

WhatsApp Image 2026-04-10 at 21.11.36

Mengulas Esensi Kesibukan

Memasuki agenda inti, acara dilanjutkan dengan Bedah Buku berjudul "Tuhan, Maaf Aku Sedang Sibuk" yang dipandu oleh pemateri Kak Anillahi Januar Adi Pranata. Diskusi mengalir interaktif, membahas bagaimana manusia modern sering kali terjebak dalam rutinitas yang mengabaikan aspek spiritualitas.

Kegiatan LENTERA kali ini terasa istimewa karena dirangkaikan dengan momen Halal Bihalal, sebuah tradisi saling memaafkan pasca-Lebaran, yang dipadukan dengan diskusi kritis melalui agenda Bedah Buku. Adapun buku yang diulas merupakan karya populer berjudul "Tuhan, Maaf Aku Sedang Sibuk", yang dibedah langsung oleh pemateri ahli, Kak Anillahi Januar Adi Pranata.

Ketua OMM Syarif Hidayatullah menyampaikan bahwa LENTERA bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan wadah bagi para pengurus asrama (Mudabbir-Mudabbiroh) untuk menyeimbangkan antara kesibukan organisasi dengan asupan spiritual dan wawasan.

"Kami ingin momen Halal Bihalal ini tidak hanya menjadi seremonial saling bermaafan, tetapi juga menjadi pemantik semangat baru dalam berliterasi. Buku ini dipilih karena sangat relevan dengan dinamika mahasiswa yang sering kali terjebak dalam hiruk-pikuk kesibukan hingga melupakan esensi hubungan dengan Sang Pencipta," ujar perwakilan panitia.

Ada pemandangan menarik dalam perhelatan ini, di mana seluruh peserta mengenakan busana seragam yang melambangkan kesucian dan kebersamaan:

  • Peserta Putri (Mudabbiroh): Mengenakan gamis putih dengan balutan jilbab merah muda (pink).
  • Peserta Putra (Mudabbir): Mengenakan baju koko putih, sarung bebas, serta peci hitam sebagai ciri khas santri nusantara.

Acara yang dimulai pukul 19.30 WIB ini berlangsung khidmat namun santai. Kak Anillahi dalam paparannya mengajak audiens untuk merefleksikan kembali prioritas hidup agar tidak terjebak dalam "kesibukan palsu" yang menjauhkan diri dari nilai-nilai ketuhanan.

Dengan terlaksananya LENTERA, diharapkan ukhuwah antar-pengurus Ma’had Al-Jamiah semakin solid dan budaya membaca serta berdiskusi tetap menjadi napas utama di lingkungan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.#IM