Menyemai Rasa Cinta Al-Qur’an Bersama Mabna Syarifah Fatimah
Rangkaian Acara Haflah Tilawah Mabna Syarifah Fatimah
Kasus-kasus yang menyoroti soal moral dan akidah semakin marak akhir-akhir ini. Hal ini disinyalir dapat melunturkan jati diri generasi muda selaku muslim/ah sejati. Tumbuh suburnya pemahaman agama yang keras dengan legitimasi agama kini telah naik kelas dan dikhawatirkan akan memporakporandakan keimanan umat. Dalam upaya menangkal fenomena tersebut, Mabna Syarifah Fatimah menghadirkan acara Haflah Tilawah sebagai gerbang mahasantri untuk mengaktualisasikan dirinya bersama Al-Qur’an. Sejarah telah membuktikan keistimewaan-keistimewaan Al-Qur’an. Salah satunya yaitu memberikan ketenangan bagi siapa pun yang membacanya. Layaknya oksigen, Al-Qur’an telah menjadi nafas bagi diri umat muslim. Senada dengan pernyataan tersebut, Maestro Mufassir Indonesia, Prof. Muhammad Quraish Shihab menegaskan, “Siapa yang ingin berbicara dengan Tuhan, berdo’alah, siapa yang ingin Tuhan berbicara kepadanya, maka bacalah Al-Qur’an.” Mencintai Al-Qur’an bukan sekadar membaca dan memahami maknanya. Lebih luas dari definisi tersebut, mencintai Al-Qur’an dapat dipahami dengan menyemarakkan dan mengaplikasikan Al-Qur’an dalam setiap lini kehidupan. Atas dasar motivasi tersebut, Mabna Syarifah Fatimah menghadirkan ragam cara mencintai Al-Qur’an dengan menghelat beberapa rangkaian acara di Haflah Tilawah. Acara Haflah Tilawah berjalan dengan sangat khidmat dan sukses menyayat hati para hadirin dengan penampilan-penampilan spektakuler dari mahasantri. “Alhamdulillah acara haflah tilawah berjalan sukses. Ini merupakan agenda tahunan dari divisi tahfidz dan ibadah yang bertujuan untuk mengasah keterampilan mahasantri. Outputnya, mahasantri ngga cuma punya prestasi di bidang-bidang umum aja, tapi mahasantri juga punya kemampuan dan prestasi yang unggul disandingkan dengan Al-Qur’an.” Ungkap Siti Nurhaliza selaku ketua pelaksana Haflah Tilawah 2023. Agenda ini berlangsung di bulan Syawal, tepatnya pada tanggal 22 Syawal 1444 H atau Sabtu, 13 Mei 2023. Divisi Tahfidz dan Ibadah selaku inisiator acara telah mempersiapkan agenda ini sejak bulan Ramadan, tentunya didukung oleh murabbiah dan para mudabbirah dari divisi lainnya. Acara ini dikemas dengan sangat apik dan memukau. Dalam penyelenggaraannya, terdapat beberapa penampilan ciamik yang dipersembahkan oleh mahasantri Mabna Syarifah Fatimah. “Semasa latihan, mahasantri terlihat antusias. Meskipun mereka tampil secara berkelompok dan di awal-awal tentu belum sinkron dan sulit mengimbangi satu sama lain, tapi alhamdulillahnya, lambat laun mereka bisa saling menyelaraskan. Akhirnya chemistry dan harmoni di antara mereka terbentuk. Dengan waktu latihan yang singkat, bisa dibilang 5x latihan aja tapi mereka bisa tampil dengan sekeren itu, bangga sih aku...” Tutur Murni Sujiati, penanggung jawab Syarhil Qur’an. Rangkaian acara dimulai dari sambutan-sambutan yang disampaikan oleh Bunda Nailil Huda Nuriz, Lc., M.Ed. selaku pengasuh Mabna Syarifah Fatimah dan Siti Nurhaliza selaku ketua pelaksana. Kemudian disusul dengan penampilan puisi, tahfidz, tilawah, nasyid, hadroh, dan syarhil dari mahasantri. Seluruh penampilan tersebut didesain agar memiliki ketersinambungan antara penampilan yang satu dengan penampilan lainnya. Misalnya, puisi membahas seputar proses penciptaan manusia, hingga syarhil Qur’an yang menyoroti perihal urgensi pemuda untuk menempatkan Al-Qur’an di hatinya sebagai prinsip hidup. Sudah seyogianya manusia memahami hakikat dirinya diciptakan, yakni untuk menghamba kepada Sang Pencipta. Cita-cita ini bisa terwujud jika seorang hamba dekat dengan Kitab Suci-Nya (Al-Qur’an al-Karim). Penulis: Hilya Maylaffayza
