Membangun Karakter Santri: Mahasantri Mabna Syarifah Mudaim Ikuti Ta’lim Rutin Ba’da Magrib Bersama Kepala Ma'had Al-Jamiah
Membangun Karakter Santri: Mahasantri Mabna Syarifah Mudaim Ikuti Ta’lim Rutin Ba’da Magrib Bersama Kepala Ma'had Al-Jamiah

TANGERANG SELATAN — Dalam upaya memperkuat pembinaan karakter dan keilmuan keislaman di lingkungan kampus, mahasantri Mabna Syarifah Mudaim Ma’had Al-Jamiah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengikuti kegiatan ta’lim rutin yang diselenggarakan usai pelaksanaan shalat Magrib berjamaah. Kegiatan pembelajaran ini disampaikan langsung oleh Kepala Pusat Ma’had Al-Jamiah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr. M. Nurul Irfan, M.A.

Kegiatan ta’lim yang berlangsung khidmat tersebut diikuti secara antusias oleh para mahasantri di Ruang Belajar Mahasantri Mabna Syarifah Mudaim. Pemilihan waktu ba'da Magrib dinilai efektif untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif, religius, serta penuh ketenangan di tengah rutinitas akademik perkuliahan.

Dalam pemaparannya, Dr. M. Nurul Irfan, M.A. menyampaikan materi keislaman yang mendalam mengenai penguatan akhlak, pemahaman fikih kehidupan, serta pentingnya integrasi antara keilmuan modern dan nilai-nilai keislaman bagi generasi muda. Kehadiran pimpinan tertinggi Ma’had Al-Jamiah sebagai pemateri secara langsung memberikan motivasi serta dorongan spiritual yang kuat bagi para mahasantri.

WhatsApp Image 2026-10-01 at 10.19.29

Pihak pengelola Ma’had Al-Jamiah menegaskan bahwa program ta’lim ba’da Magrib di Mabna Syarifah Mudaim ini merupakan bagian integral dari kurikulum pembinaan terpadu. Melalui kegiatan pembelajaran rutin ini, Ma’had Al-Jamiah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berkomitmen untuk terus melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan akhlakul karimah.

Selain penyampaian materi secara satu arah, kegiatan ta’lim ini juga diselingi dengan sesi tanya jawab interaktif antara mahasantri dan pemateri. Para mahasantri memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi langsung mengenai penerapan nilai-nilai agama dalam menghadapi tantangan era digital serta dinamika kehidupan kampus sehari-hari.

Salah seorang mahasantri Mabna Syarifah Mudaim mengungkapkan rasa syukurnya atas penyampaian materi yang lugas dan relevan dari Kepala Ma’had. Menurutnya, bimbingan langsung dari pengasuh tidak hanya menambah wawasan keagamaan, tetapi juga menjadi sarana penguat mental dan penyejuk jiwa di tengah padatnya jadwal perkuliahan.

Ke depannya, pengelola Mabna Syarifah Mudaim berkomitmen untuk terus konsisten menjalankan agenda pembinaan karakter berbasis tradisi pesantren ini. Program pengajian rutin ba'da Magrib ini diharapkan dapat terus menjadi wadah pembentukan karakter yang kokoh, sehingga para mahasantri mampu menjadi teladan baik di lingkungan akademis maupun di tengah masyarakat luas.#IM