Mabna Sultan Hasanuddin Resmi Buka MOSA 2026, Dorong Mahasantri Berwawasan Luas, Cakap Teknologi, dan Berakhlak Mulia
Mabna Sultan Hasanuddin Resmi Buka MOSA 2026, Dorong Mahasantri Berwawasan Luas, Cakap Teknologi, dan Berakhlak Mulia

CIPUTAT — Mabna Sultan Hasanuddin (MSH) UIN Jakarta secara resmi membuka rangkaian kegiatan Masa Orientasi Mahasantri (MOSA) tahun 2026. Mengusung tema "Ecotech Muslim Generation: Bergerak, Berkarya, Berdampak", kegiatan ini dirancang untuk mengenalkan lingkungan akademik, mendorong literasi digital, menumbuhkan kepedulian sosial dan lingkungan, serta memperkuat akhlak mahasantri baru.

Acara pembukaan yang khidmat ini dilaksanakan pada Jumat, 11 September 2026, pukul 18.30 hingga 20.30 WIB, bertempat di Aula Mabna Sultan Hasanuddin. Kegiatan tersebut dihadiri oleh 90 mahasantri baru serta sejumlah tokoh penting universitas, di antaranya Kepala Pusat UPT Ma'had al-Jami'ah UIN Jakarta Dr. KH. M. Nurul Irfan, M.Ag., Pengasuh Mabna Sultan Hasanuddin Muhammad Farid Perdana, M.Pd., Sekretaris Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Iman Matin, M.Pd., dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama Fakultas Ilmu Kesehatan Dr. Ns. Uswatun Khasanah, S.Kep., MNS.

Kepala Pusat UPT Ma'had al-Jami'ah, Dr. KH. M. Nurul Irfan, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan selamat datang sekaligus menekankan pentingnya ketekunan dalam menuntut ilmu. Beliau mengingatkan bahwa Ma'had al-Jami'ah merupakan wadah strategis untuk memperkuat wawasan keislaman dan membangun karakter. "Proses belajar harus diiringi dengan semangat dan ketekunan yang tinggi. Di dalam kitab Ta'lim al-Muta'alim dijelaskan bahwa sejauh mana ketekunan dalam belajar, maka begitu pula ukuran kalian memperoleh keberhasilan," tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Pengasuh MSH Muhammad Farid Perdana, M.Pd., menyoroti pentingnya menciptakan suasana akademik yang kondusif. Lingkungan yang nyaman dan disiplin diharapkan mampu mendorong mahasantri untuk lebih fokus mengembangkan potensi akademik maupun nonakademik. Sementara itu, Iman Matin, M.Pd., selaku Sekretaris Prodi PBA, menjelaskan bahwa program wajib asrama dirancang untuk memperkuat kompetensi komunikasi bahasa Arab secara efektif dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kesempatan yang sama, Dr. Ns. Uswatun Khasanah, S.Kep., MNS., memberikan sambutan khusus bagi mahasantri baru penerima beasiswa Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) Kementerian Agama tahun 2026. Ia menegaskan bahwa mahasiswa penerima beasiswa PBSB diwajibkan tinggal di Ma'had al-Jami'ah guna mengoptimalkan pembinaan akademik, keagamaan, dan keterampilan.

Peresmian pembukaan MOSA 2026 ditandai secara simbolis dengan pemotongan pita oleh Dr. KH. M. Nurul Irfan, M.Ag., yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa dan sesi foto bersama.

Rangkaian kegiatan MOSA MSH 2026 ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 11 hingga 13 September 2026, dengan agenda meliputi penyampaian materi akademik dan kema'hadan, wawasan ecotech, peluang karier, perlombaan, kegiatan outbound, serta pentas seni mahasantri pada hari penutupan.#IM