GEBYAR HARI SANTRI NASIONAL 2026: MAHASANTRI BERLOMBA MENGASAH ILMU, MELATIH HATI
GEBYAR HARI SANTRI NASIONAL 2026: MAHASANTRI BERLOMBA MENGASAH ILMU, MELATIH HATI

Ciputat, Tangerang Selatan — Ma’had Al-Jami’ah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menutup rangkaian Gebyar Hari Santri Nasional 2026 dengan perlombaan Al-Qur’an dan keilmuan Islam. Kegiatan yang mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas 2045” ini dilaksanakan di Mabna Syekh Nawawi pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Sesi pembukaan dan lomba berlangsung pada pukul 07.30 hingga 15.00 WIB, sedangkan penutupan dan penyerahan hadiah digelar pada malam harinya, pukul 20.00 hingga 21.30 WIB.

Gebyar ini diselenggarakan oleh Organisasi Mudabbir Mudabbiroh (OMM) di bawah kepemimpinan Ketua Pelaksana, Wildan Maulana. Kegiatan diikuti lebih dari 50 peserta, yang merupakan mahasiswa semester 1 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Keikutsertaan mahasiswa baru ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan tradisi lomba keagamaan kepada mahasantri sejak awal masa studi.

Empat Cabang Lomba

Perlombaan mempertandingkan empat cabang yang saling melengkapi:

  • Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) menguji kemampuan membaca Al-Qur’an dengan tajwid dan lagu yang baik.
  • Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ) menguji kekuatan hafalan Al-Qur’an peserta.
  • Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) menguji kemampuan membaca dan memahami kitab kuning, tradisi khas pesantren.
  • Karya Tulis Ilmiah Qur’ani (KTIQ) menguji kemampuan menulis gagasan ilmiah yang berlandaskan Al-Qur’an.

Keempat cabang ini mencerminkan dua sisi tradisi santri: kedekatan dengan Al-Qur’an dan kemampuan membaca serta menulis secara ilmiah. Lomba dijalankan dalam satu putaran, dan pengumuman pemenang dilakukan langsung setelah setiap cabang selesai.

Daftar Pemenang

MTQ

  • Juara 1: Ahmad Khairi (MSN)
  • Juara 2: Ahmad Thoriq K. Dg Matara (eksternal)
  • Juara 3: Edelly Chalenta (MSAK)

MHQ

  • Juara 1: Muhammad Naufal As’ad (MSH)
  • Juara 2: Ahmad Fauzan Kamil (eksternal)
  • Juara 3: Nehan Isyraqi Rahman (eksternal)

MQK

  • Juara 1: Muhammad Nadhif Arbie (eksternal)
  • Juara 2: Ahmad Ali Saputra (MSN)
  • Juara 3: Abdul Rasid (eksternal)

KTIQ

  • Juara 1: Ezhar Octa, Iqbal Maulana, dan Abisali Zulhilmy (MSN)
  • Juara 2: Nurmalita Isyana, Zahra Pauzia, dan Zahra Nailal (MSM)
  • Juara 3: Ahmad Fajar, Darrell Arjuna, dan Mufti Harun (MSH)

IMG-20261018-WA0005.jpg (1)

Pesan dari Panitia: Menang dan Kalah Sama-Sama Ujian

Dalam sambutannya, Ketua Panitia mengingatkan bahwa perlombaan bukan sekadar ajang menguji kemampuan, tetapi juga melatih hati. “Dalam sebuah perlombaan itu bukan hanya melatih untuk menguji skill kualitas diri kita, tapi juga melatih skill hati kita,” ujarnya. Ia mengajak peserta agar tidak sombong ketika menang dan tidak putus asa ketika kalah, serta menerima setiap keputusan sebagai ketetapan Allah. “Jadikanlah perlombaan ini tempat belajar kita untuk melatih dan menguji skill, hati, dan mental kita,” tambahnya.

Pesan ini sejalan dengan semangat Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober, untuk mengenang Resolusi Jihad yang diserukan para ulama dan santri pada 1945. Perjuangan itu ditandai keberanian sekaligus keikhlasan, dan nilai tersebut yang ingin dihidupkan kembali melalui lomba ini.

Harapan untuk Mahasantri

Pengelola Ma’had Al-Jami’ah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berharap Gebyar Hari Santri Nasional 2026 dapat menjadi ruang belajar yang sehat bagi mahasantri. Kegiatan ini diharapkan menumbuhkan semangat berkompetisi yang positif, memperkuat kecintaan pada Al-Qur’an dan kitab, serta menyiapkan generasi santri yang siap berkontribusi bagi negeri menuju Indonesia Emas 2045.#IM.DI