Pemuda yang Berhasil Menginspirasi Memiliki Keharusan Membagi dan Memberi

2018-02-28-PHOTO-00000083

 

 

Oleh : Ubaiyana (Mudabbiroh Mabna Syarifah Muda’im)

TUTOR KEPENULISAN DAN PENDELEGASIAN NASIONAL

Berkarya memang menjadi impian setiap orang. Perjalanan menuju pembuatan karya pasti memiliki berbagai hambatan, kesulitan, bahkan penuh pengorbanan. Dahulu saya saya sering mengikuti seminar dan pelatihan kepenulisan ilmiah, tentu dengan harapan dapat menjadi penulis yang baik. Sebelum itu, saya sempat menjajaki beberapa bidang lain, kalau kata orang itu fase pencarian jati diri. Aktivis kampus dan pegiat akademik (akademisi) pernah menjadi julukan saya di hadapan teman-teman kampus. Saat menginjak semester 4-5, saya merasa ada sesuatu yang hilang. Saya merasa terlalu nyaman mencari tanpa menyadari apa yang harus saya lakukan dengan waktu yang sama sekali tidak saya ketahui kapan berakhir. Semester itu menjadi semester awal saya mendalami dunia hafal-menghafal Al-Quran.

Allah memang lebih tahu apa yang hamba-Nya butuhkan walaupun bukan yang hamba-Nya inginkan. Semester inipun menjadi semester awal saya melebarkan impian dalam tulis-menulis. Juara III Lomba Esai Mahasiswa Se-Jabodetabek dan Banten menjadi langkah awal saya tampil percaya diri menulis ilmiah. Berpartisipasi dalam kompetisi menulis esai secara langsung, merupakan cara saya belajar menulis, walaupun setelah itu, saya sering gagal dalam beberapa event lomba dan hampir putus asa.

Kala itu saya memang terlanjur kecewa dengan kakak-kakak atau orang-orang yang saya yakini hebat, yang enggan meluangkan waktunya untuk sekedar berbagi tahapan ia menulis. Maka, kompetisi menjadi jalan saya belajar mencoba dan gagal. Sangat disayangkan bukan? Pemuda yang katanya agen perubahan, hanya diartikan untuk merubah dirinya sendiri. Apakah itu yang dimaksud dengan “agent of change” atau agen perubahan?

Jujur, kekecewaan itu berdampak pada pribadi saya secara keseluruhan. Saya bertekad mengikuti setiap event menulis, dengan tetap memperhatikan teman-teman sekitar yang mungkin meminta bantuan dalam hal tulis-menulis. Beberapa event seperti, LKTI dan Esai tingkat mahasiswa, IYC 2018 di Maluku, IFLC 2018 di Makassar, Pengabdian Inavis Natuna, IYCF 2018 di Bali, Youcan Social Expedition di Sumba, National Social Field Project 2018 di Lombok, Duta dan Kongres Bahasa, Duta Perdamaian, dan beberapa kegiatan lainnya, menekankan diri saya untuk terus berbagi di manapun. Siapa yang tahu berakhirnya usia?

2018-03-10-PHOTO-00000005

Aktifitas sebagai tutor di Fresh UIN Jakarta, HMPS PMH UIN Jakarta, dan Insya Allah yang akan berlangsung di Mahad UIN Jakarta, merupakan cara saya berterima kasih atas segala pemberian Allah Sang Pencipta, serta cara saya menggugurkan tugas dan kewajiban saya sebagai pemuda. Dengan metode feedback dan problem based learning, kursus riset ini saya jalani. Tentu, di akhir kursus saya selipkan satu dua ilmu pembentukan karakter atau khususnya fungsi dan peran pemuda yang seharusnya di masyarakat.

Salam Pemuda Literasi

Salam Pemerhati Kreatifitas

 

#Diambil dari blog pribadi Ubaiyana

#BAYANal-lessy Pemuda yang Berhasil Menginspirasi Memiliki Keharusan Membagi dan Memberi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.