PEMUDA INDONESIA HARI INI

Oleh : NATASYA HUMAIRA (Mahasantri Mabna Syarifah Muda’im)

 

                Berita-berita di televisi menunjukkan krisis moral terjadi pada pemuda Indonesia hari ini. Namun, bukan berarti semua pemuda Indonesia tidak dapat diteladani, masih ada sebagian pemuda yang memiliki karakter baik dan dapat diteladani. Hampir setiap hari kita disuguhkan dengan berita-berita pemuda yang membuat geleng-geleng kepala, mulai dari tawuran, narkoba, dan sebagainya. Tak jarang juga semua itu menimbulkan korban jiwa.

Sebenarnya krisis moral para pemuda saat ini juga tidak bisa kita katakan murni 100% kesalahan mereka. Para petinggi negara Indonesia hari ini saja banyak yang bermasalah, bagaimana mungkin itu semua tidak menurun kepada kaum pemuda negara ini. Tidak semua pemuda di Indonesia bisa memilah mana yang baik dan mana yang buruk. Itulah yang menyebabkan rusaknya moral pemuda hari ini. Pengaruh dari luar juga termasuk faktor rusaknya moral pemuda kita. Karena teknologi semakin canggih dan semakin mudah juga mengikuti perkembangan budaya luar yang belum tentu kebaikannya.

Semua itu juga tidak terlepas dari pengawasan orang tua. Kebanyakan pemuda saat ini sudah tidak lagi dalam pengawasan orang tua karena merantau untuk sekolah bahkan bekerja. Jauh dari orang tua memberikan sebuah perasaan bebas bagi mereka yang merupakan anak rantau. Jika perasaan bebas itu tidak diiringi dengan pengetahuan dan iman yang kuat, maka akan terjerumus kedalam hal-hal yang tidak baik, misalnya narkoba. Pemuda yang tinggal bersama orang tua saja masih berkemungkinan mengalami krisis moral, apalagi yang tidak tinggal bersama orang tua dengan iman yang tidak begitu kuat.

Beberapa kasus pemuda hari ini, yaitu :

  1. Tawuran

Mungkin bagi para pemuda Indonesia kususnya pelajar, tawuran bukanlah hal asing lagi. Bagaimana tidak, hampir setiap saat terjadi tawuran di kalangan pemuda. Mulai dari tawuran antar pelajar di sekolah, tawuran antar penonton sepak bola, tawuran pemuda antar mahasiswa yang terkadang dilandasi masalah sepele.

Mereka tawuran bukan hanya dengan tangan kosong, melainkan menggunakan alat-alat tajam seperti pisau atau sebagainya, tawuran pemuda semakin hari semakin brutal saja seperti yang kita lihat dalam berita di televisi. Contohnya saja yaitu tawuran yang terjadi antar pelajar SMAN 6 dan SMAN 70 di Bundaran Bulungan, Jakarta Selatan. Kejadian tersebut berlangsung pada Senin, 24 September 2012, yang mengakibatkan seorang siswa tewas. Itu adalah salah satu contohnya, masih banyak lagi tawuran di luar sana dan memakan lebih banyak korban.

  1. Narkoba

Bagi pemuda di Indonesia yang benar-benar sudah mengalami krisis moral, narkoba merupakan konsumsi yang wajib setiap harinya. Penggunaan narkoba di Indonesia memang sangatlah fantastis, mulai dari anak kecil sudah ada yang mengonsumsi. Karena apa? karena itu yang dilakukan pemuda bahkan petinggi negara ini.

Data pengguna narkoba dikalangan remaja dan pelajar dapat dilihat dari hasil penelitian Puslitkes Universitas Indonesia (UI) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) pada 2016 lalu. Hasil penelitian menyebutkan bahwa pengguna narkoba pelajar dan mahasiswa mencapai 27,32%. Disampaikan oleh Kepala Subdirektorat Lingkungan Pendidikan BNN Agus Sutanto, Senin (30/10), di sela-sela deklarasi pelajar anti-narkoba, kekerasan anak, dan pencegahan HIV-AIDS di Stadion Korpri di Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi.

Padahal kita semua tahu, bahwa peran pemuda itu sangatlah penting. Sejak tahun 1928 diikrarkannya Sumpah Pemuda, sudah terlihat jelas betapa peran pemuda sangat berpengaruh dalam kelangsungan dan kemajuan suatu negara. Namun, yang terjadi hari ini malah sebaliknya, banyak kasus-kasus para pemuda yang justru semakin menjatuhkan bangsa ini. Itu semua juga tidak terlepas dari peran orang tua, keluarga, dan para petinggi negara ini untuk memberi pedoman yang baik kepada pemuda-pemuda di Indonesia sebelum semakin memburuknya karakter para pemuda.

Oleh karena itu, kita sebagai pemuda harus pandai-pandai dalam mengikuti perkembangan yang ada dan dalam mengambil pedoman dari orang lain. Jadilah pemuda yang pintar dalam segala hal, dan mengikuti perkembangan yang ada. Kita sebagai pemuda boleh gaul, tapi gaul dilengkapi dengan pengetahuan yang luas serta iman yang kuat lebih baik lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *